Kamis, Juni 25, 2026

CENDERAWASIH POST

spot_img
Beranda blog Halaman 4

Relawan Mari-Yo Papua Tolak Aksi Sinode GKI di Kantor Bupati Jayapura

0

Jayapura –Gabungan Relawan For Mari-Yo Gubernur Papua menyatakan penolakan tegas terhadap rencana aksi yang akan dilakukan Sinode GKI For BTM–CK di Kantor Bupati Kabupaten Jayapura pada Senin (11/8/2025).Mereka menilai aksi tersebut tidak tepat dilakukan di kantor bupati jayapura.

Ketua Milenial Kabupaten Jayapura, Jhordi Darun, dan Ketua Lapago–Mepago Kabupaten Jayapura, Derman Tabuni, menegaskan bahwa pihaknya siap mengerahkan massa untuk melakukan aksi tandingan jika rencana tersebut tetap berjalan.

“Kami menolak dengan tegas aksi demo yang akan diadakan di kantor bupati. Kalau mau banding, mari ke KPU Provinsi,” ujar Jhordi.

Penolakan tersebut juga disuarakan oleh perwakilan masyarakat Lapago–Mepago, Sentani, Satuan Tugas Pengamanan Papua, serta warga Tolikara yang tinggal di Kabupaten Jayapura. Mereka menyatakan keberatan terhadap aksi yang diinisiasi oleh kelompok gereja, karena dinilai berpotensi mengganggu ketertiban di wilayah tersebut.

Menurut pernyataan gabungan relawan, aksi di kantor bupati dianggap tidak sesuai prosedur penyampaian pendapat di muka umum terkait perselisihan hasil pemilihan gubernur.

“Kami nyatakan sikap: tolak, tolak, tolak,” tegas Derman.

Pendeta Dilarang Terlibat Politik atau Demo: Teladan Yesus Terlupakan

Jayapura – Situasi saling klaim kemenangan pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua memunculkan fenomena yang memprihatinkan: sejumlah oknum pendeta dan hamba Tuhan ikut terseret arus politik praktis. Ini bukan sekadar pelanggaran etika, tapi pengkhianatan terhadap amanat pelayanan dan teladan Yesus Kristus.

Alkitab sudah tegas memberi garis batas. Yesus Kristus sendiri menolak tawaran “semua kerajaan dunia” dari Iblis (Matius 4:8-10) dan menegaskan, “Berikan kepada Kaisar apa yang untuk Kaisar, dan kepada Allah apa yang untuk Allah” (Markus 12:17). Pelayan Tuhan dipanggil untuk membimbing jemaat menuju damai sejahtera, bukan menjadi aktor di panggung perebutan kekuasaan dunia yang fana.

Rasul Paulus pun mengingatkan, “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah” (Roma 13:1-2). 2 Timotius 2:24-26 menegaskan hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, melainkan sabar, lemah lembut, dan menjadi penuntun hati pada kebenaran.

*Pelanggaran Ganda: Iman dan Hukum Negara*

Keterlibatan tokoh agama dalam politik praktis atau demonstrasi bukan hanya melanggar ajaran iman, tapi juga menabrak hukum positif Indonesia.

UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 ayat (3) melarang tokoh agama menyalahgunakan mimbar untuk kampanye.

Aturan Gerejawi di berbagai denominasi menegaskan larangan hamba Tuhan terlibat politik demi menjaga kemurnian pelayanan.

UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 15 menyebut kebebasan berpendapat tidak boleh mengganggu ketertiban umum.

Gereja mengingatkan, pelayan Tuhan yang terlibat dalam politik praktis sama saja menyeret mimbar menjadi alat kepentingan kelompok, dan itu adalah tindakan yang mencederai kepercayaan jemaat.

Teguran ini harus menjadi peringatan keras: netralitas hamba Tuhan bukan pilihan, tapi kewajiban. Mimbar suci bukan panggung politik. Pelayan Tuhan dipanggil untuk menjadi gembala, bukan provokator.

Dengan demikian, keterlibatan pendeta atau tokoh agama dalam politik atau aksi demo bukan hanya berpotensi menyalahi ajaran Alkitab, tetapi juga melanggar hukum positif Indonesia. Pesan ini menjadi teguran keras agar pelayan Tuhan tetap fokus pada misi rohani, menjaga netralitas, dan tidak terseret arus perebutan kekuasaan yang hanya sementara.

Tolak Aksi Golput dan Provokasi, Pendeta Yones Wenda Ajak Warga Papua Ikut PSU dengan Damai

Jayapura — Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua, tokoh agama Papua, Pendeta Yones Wenda, menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi dengan aman, damai, dan penuh tanggung jawab.

Beliau menegaskan bahwa PSU merupakan kesempatan bagi rakyat Papua untuk menyalurkan aspirasi politiknya secara sah dan bermartabat, sehingga tidak boleh disia-siakan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua agar tidak terpengaruh ajakan golput atau penolakan memilih dari kelompok tertentu. Suara kita menentukan masa depan Papua, dan itu adalah hak serta kewajiban kita sebagai warga negara,” tegas Pendeta Yones Wenda.

Tokoh gereja yang dikenal vokal ini juga menyoroti adanya ajakan dari kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menolak untuk ikut serta dalam PSU. Menurutnya, langkah tersebut dapat merugikan masyarakat Papua sendiri.

“Jangan biarkan ajakan golput memecah belah kita. PSU harus kita sambut dengan damai, tanpa kekerasan dan tanpa provokasi. Mari gunakan hak pilih kita demi Papua yang lebih baik,” tambahnya.

Selain itu, Pendeta Yones juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam penyebaran berita hoaks dan isu provokatif yang dapat memperkeruh suasana. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan rasa saling menghargai meskipun berbeda pilihan politik.

Dengan penuh harapan, Pendeta Yones mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memastikan PSU Pilkada Papua berjalan aman, jujur, dan demokratis, sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar didukung rakyat.

FX Mote Siap Lakukan Revitalisasi Situs Wisata Rohani di Pulau Nau Waropen

0

Pemerintah Kabupaten Waropen bergerak cepat untuk mengembangkan potensi wisata di Pulau Nau, yang kini telah ditetapkan sebagai Kampung Wisata.

Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, didampingi Wakil Bupati Yowel Boari, melakukan peninjauan langsung pada Sabtu (26/07/2025) untuk menegaskan komitmen tersebut.

Kunjungan ini berfokus pada dua hal utama, yakni revitalisasi wisata rohani dan perlindungan ekosistem laut.

Bupati Mote mengungkapkan keprihatinannya melihat patung-patung Yesus yang kondisinya terbengkalai.

“Amat berdosa dan tidak beriman bila kita membiarkan patung-patung ini tanpa perhatian.”

“Ini adalah simbol kasih Allah kepada dunia dan warisan rohani yang harus dijaga,” tegas Bupati FX Mote.

Patung-patung tersebut, yang menggambarkan perjalanan hidup Yesus, akan menjadi inti dari pengembangan wisata rohani di Pulau Nau.

Bupati berjanji akan mengambil langkah nyata untuk melanjutkan dan merawat keberadaan patung-patung ini. Selain sebagai pusat wisata rohani, Pulau Nau juga dipersiapkan menjadi destinasi wisata bahari, budaya, dan alam.

Keindahan panorama laut dan daratnya dinilai sangat potensial menarik wisatawan. Namun, pengembangan ini juga dibarengi dengan peringatan keras.

Bupati Mote menegaskan larangan total terhadap penangkapan ikan menggunakan bom. Praktik ini dinilai merusak keindahan bawah laut.

“Saya perintahkan pihak Polres Waropen untuk terus mengontrol wilayah Pulau Nau. Bila ditemukan pelanggaran, harus segera diproses hukum,” tegasnya.

Dengan perhatian serius ini, Pemerintah Kabupaten Waropen berharap Pulau Nau dapat menjadi ikon pariwisata baru yang siap direvitalisasi dan siap mengembangkan diri sebagai pusat kunjungan wisata rohani di Tanah Papua, maupun diwilayah Teluk Cenderawasih dan Saireri.

Jelang PSU: Tokoh Muslim Papua, H. Toni Wanggai Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Bijak Bermedia Sosial

Jayapura – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa wilayah Papua, tokoh agama Muslim terkemuka, Bapak H. Toni Wanggai, menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Dalam pernyataannya kamis (24/7/25), H. Toni Wanggai menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan suasana damai, kondusif, dan bermartabat selama tahapan PSU berlangsung. Ia menekankan bahwa partisipasi yang sehat dan positif dalam proses demokrasi adalah tanggung jawab bersama, lintas agama, suku, dan kelompok.

“Mari kita hadapi proses demokrasi ini dengan penuh kedewasaan, menjaga ukhuwah, saling menghormati perbedaan pilihan, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi yang dapat memecah belah persatuan.

“Gunakan media sosial secara bijak. Saring sebelum sharing. Jangan sampai jari-jemari kita justru menjadi penyebab perpecahan dan gangguan keamanan,” tambahnya.

H. Toni Wanggai juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat lainnya untuk bersama-sama memberikan edukasi damai kepada umat dan warga sekitar, demi mendukung suksesnya PSU yang aman, jujur, dan adil.

“Kita semua punya tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga Papua tetap damai, terutama di masa-masa politik seperti ini. Jangan korbankan persaudaraan hanya karena perbedaan pandangan,” tutupnya.

Himbauan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen tokoh agama untuk terus mendukung stabilitas sosial, keamanan, dan persatuan bangsa, terutama di tanah Papua yang kaya akan keberagaman.

Tak Harus Orang Pintar Selesaikan Masalah Papua

0

JAYAPURA – Adanya usulan agar jika rencana kedatangan Wapres Gibran ke Papua benar dilakukan maka disarankan bisa membuka dialog dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk diketahui apa sebenarnya yang menjadi akar masalah di Papua.

Terkait ini menurut salah satu akademisi Uncen, Marinus Yaung tidak salah jika Gibran yang ditunjuk untuk memediasi masalah Papua.

“Kemarin saya sempat membaca beritanya bahwa Uskup Keuskupan Jayapura Pastor Mgr Yanuarius Watopai menyarankan agar mas Gibran menemui KKB dan berdiskusi langsung agar ketahuan apa yang jadi masalah. Alangkah baiknya jika Uskup Jayapura yang menemui KKB dulu lalu mengajak KKB bertemu mas Wapres,” saran Yaung melalui ponselnya, Selasa (15/7).

“Jadi bukan Wapres yang disuruh menemui KKB langsung,” tambahnya.

Disini Yaung menjelaskan bahwa untuk memediasi masalah Papua maka sudah tepat jika yang dimajukan adalah seorang Wapres karena Papua harus diutus oleh pejabat negara dalam posisi strategis dan paling penting adalah pejabat negara yang tidak memiliki beban dosa sejarah kepada orang Papua.

“Menurut hemat saya, Wapres Gibran tepat karena tidak memiliki beban dosa sejarah dengan orang Papua,” timpalnya.

Beberapa pengamat, termasuk para elit dan aktivitas Papua dikatakan sempat meragukan kapasitas Wapres Gibran untuk menyelesaikan masalah Papua. Namun menurut hemat Yaung justru orang seperti mas Gibran yang dianggap “anak baru kemarin sore ” dalam panggung politik nasional, yang akan sukses selesaikan masalah Papua.

Wapres Gibran Dianggap Tepat Karena Lebih Netral

JAYAPURA – Adanya usulan agar jika rencana kedatangan Wapres Gibran ke Papua benar dilakukan maka disarankan bisa membuka dialog dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk diketahui apa sebenarnya yang menjadi akar masalah di Papua.

Terkait ini menurut salah satu akademisi Uncen, Marinus Yaung tidak salah jika Gibran yang ditunjuk untuk memediasi masalah Papua.

“Kemarin saya sempat membaca beritanya bahwa Uskup Keuskupan Jayapura Pastor Mgr Yanuarius Watopai menyarankan agar mas Gibran menemui KKB dan berdiskusi langsung agar ketahuan apa yang jadi masalah. Alangkah baiknya jika Uskup Jayapura yang menemui KKB dulu lalu mengajak KKB bertemu mas Wapres,” saran Yaung melalui ponselnya, Selasa (15/7).

“Jadi bukan Wapres yang disuruh menemui KKB langsung,” tambahnya.

Disini Yaung menjelaskan bahwa untuk memediasi masalah Papua maka sudah tepat jika yang dimajukan adalah seorang Wapres karena Papua harus diutus oleh pejabat negara dalam posisi strategis dan paling penting adalah pejabat negara yang tidak memiliki beban dosa sejarah kepada orang Papua.

“Menurut hemat saya, Wapres Gibran tepat karena tidak memiliki beban dosa sejarah dengan orang Papua,” timpalnya.

Beberapa pengamat, termasuk para elit dan aktivitas Papua dikatakan sempat meragukan kapasitas Wapres Gibran untuk menyelesaikan masalah Papua. Namun menurut hemat Yaung justru orang seperti mas Gibran yang dianggap “anak baru kemarin sore ” dalam panggung politik nasional, yang akan sukses selesaikan masalah Papua.

In-House Training BBKHIT Papua, AKP Sosra Antoni Bekali Peserta dengan Teknik Dasar Penyelidikan dan Observasi Lapangan

0

Papua, 16 Juli 2025 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang pengawasan karantina, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua menggelar pelatihan In-House Training selama dua hari, mulai tanggal 16 hingga 17 Juli 2025.

Pelatihan yang mengusung tema “Teknik Dasar Intelijen Lapangan untuk Pengawasan, Investigasi serta Penanganan Dugaan Pelanggaran Karantina” ini menghadirkan narasumber dari Polda Papua, Kejaksaan Tinggi Papua, serta internal BBKHIT Papua. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta dari berbagai wilayah, baik secara tatap muka maupun daring melalui platform Zoom.

Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Plt. Ketua BBKHIT Papua, Bapak Elpison Lamba. Dalam sambutannya, Elpison menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam menunjang tugas-tugas teknis di lapangan.

“Kegiatan pelatihan In-House secara resmi saya buka. Kepada semua peserta, baik dari Papua, Papua Barat, Maluku maupun Maluku Utara, saya harap dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, karena sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia hadir dan berbagi pengetahuan secara langsung kepada para peserta.

Salah satu narasumber utama, AKP Sosra Antoni, A.Md., Han., yang juga merupakan perwira dari Polda Papua, menyampaikan materi terkait teknik dasar intelijen dan observasi lapangan terhadap pelanggaran karantina. Dalam paparannya, AKP Sosra menekankan pentingnya ketajaman pengamatan serta koordinasi lintas sektor dalam menangani potensi pelanggaran di wilayah kerja masing-masing.

“Kami sangat berterima kasih dapat hadir dan berbagi dalam pelatihan ini. Kegiatan ini sangat strategis untuk menambah wawasan serta keterampilan petugas dalam menangani berbagai kasus pelanggaran karantina,” ujarnya.

Menurutnya, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Banyak pertanyaan kritis dan relevan yang mencerminkan keseriusan peserta dalam memahami materi yang disampaikan.

Di akhir sesi, AKP Sosra berpesan kepada seluruh petugas karantina agar senantiasa menjalin koordinasi aktif dengan instansi terkait sebagai upaya memperkuat langkah-langkah hukum dan pengawasan di lapangan.

Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga wilayah dari ancaman biologis yang dapat mengganggu sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, serta mendukung ketahanan pangan dan biosekuriti nasional.

Anak-anak Penabuh Hadrah Masjid Nurul Hidayah Siap Meriahkan Kegiatan Islami di Dalam dan Luar Klofkamp

Jayapura, 6 Juli 2025 — Semangat syiar Islam terus digaungkan oleh generasi muda Masjid Nurul Hidayah Klofkamp, Kota Jayapura. Salah satunya ditunjukkan melalui grup hadrah yang beranggotakan anak-anak remaja binaan masjid tersebut. Dengan keterampilan menabuh rebana dan melantunkan sholawat, mereka siap tampil dalam berbagai kegiatan keagamaan baik di lingkungan Klofkamp maupun di luar, termasuk pada kegiatan instansi atau lembaga lainnya.

Grup hadrah yang dibina langsung oleh pengurus Masjid Nurul Hidayah ini telah aktif mengisi berbagai acara seperti pengajian, peringatan hari besar Islam, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Keikutsertaan mereka bukan hanya sekadar tampil, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan generasi muda terhadap syiar Islam.

Anak-anak ini bukan hanya mahir menabuh rebana, tetapi juga memiliki adab dan semangat dakwah. Mereka siap jika dibutuhkan untuk memeriahkan kegiatan keagamaan baik di sekitar Klofkamp maupun di luar, termasuk undangan dari instansi lain,” ujar Ketua Takmir Masjid Nurul Hidayah, Ustadz Achmad Jaenuri, Lc.

Kemampuan mereka tampil semakin terasah dengan hadirnya program pra pesantren, yang baru saja di-launching hari ini. Program tersebut tidak hanya mendidik mereka secara akademik keislaman, tapi juga membekali dengan keterampilan seni islami seperti hadrah.

Kehadiran anak-anak penabuh hadrah ini menjadi bukti bahwa pembinaan generasi muda berbasis masjid mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang siap menjadi bagian dari syiar Islam secara aktif dan positif di tengah masyarakat.

“Kalau ada diantara jamaah yang ingin menggunakan mereka, bisa langsung menghubungi pengurus Masjid,” tuturnya.

Pemuda Kota Jayapura Serukan Dukungan untuk PSU Pilkada Papua yang Aman dan Damai

0

Jayapura – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Provinsi Papua, suara dukungan datang dari para pemuda di Kota Jayapura. Ketua Pemuda Kota Jayapura, Dede Fachrudin, yang akrab disapa Defac, menyatakan komitmen kuat komunitas pemuda untuk menjaga situasi yang kondusif menjelang dan saat pelaksanaan PSU.

“Tinggal menghitung hari lagi kita akan melakukan pemilihan calon Gubernur Papua. Untuk itu, mari kita jaga selalu kedamaian di Kota Jayapura,” ujar Defac dalam pernyataannya, Minggu (29/6).

Ia menekankan bahwa Kota Jayapura merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan kelompok. Karena itu, menurutnya, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama.

“Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus selalu menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. Jangan mudah dipecah belah hanya karena berbeda pilihan. Beda pilihan itu hal yang biasa, tapi jangan sampai merusak keutuhan dan kedamaian yang selama ini sudah kita rawat bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Defac menghimbau kepada seluruh warga Kota Jayapura untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan tertib selama proses PSU berlangsung. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

“Kami, selaku pemuda Kota Jayapura, mengajak seluruh warga untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing. Mari kita sukseskan PSU Pilkada Provinsi Papua bersama penyelenggara pemilu. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan atau isu-isu yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen menjaga kedamaian, para pemuda Kota Jayapura berharap PSU Pilkada Papua berjalan sukses, aman, dan damai demi masa depan Papua yang lebih baik.

Komitmen PT. Global Papua Abadi Dorong Kemajuan Pendidikan dan SDM OAP Lewat Program CSR Inovatif

0

Papua Selatan – PT Global Papua Abadi (GPA) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Papua Selatan, khususnya masyarakat adat Papua. Dalam menjalankan setiap program kerja, GPA selalu mengacu pada prinsip FPIC (Free, Prior, Inform, and Concern), yang memastikan bahwa setiap kegiatan perusahaan mendapatkan persetujuan dan informasi terlebih dahulu dari masyarakat adat pemilik ulayat. Ini mencakup berbagai kesepakatan, seperti pembuatan peta partisipatif, perlindungan tempat sakral, dan pemberdayaan masyarakat adat.

Hal ini disampaikan oleh Dendy Sofyandy, Manajer Environmental and Community PT GPA, bahwa perusahaan memiliki komitmen yang kuat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat, terutama dengan fokus pada pengembangan pendidikan melalui program CSR.

“Salah satu langkah nyata adalah kerjasama dengan Universitas Musamus, yang telah meluncurkan program Merdeka Pelajar. Program ini, yang saat ini berjalan di Kampung Tambat dan Kampung Senayu, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak di tingkat SD,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dendy mengatakan PT. Global Papua Abadi merupakan badan usaha industri gula terintegrasi yang termasuk dalam National Strategic Project (Proyek Strategis Nasional) Kawasan pengembangan pangan dan energi Merauke, yang beroperasional di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan dengan luas area (±) 30.000 hektar sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Program Pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula & bioethanol dalam rangka Ketahanan Pangan dan Energi.

“Terrkait dengan CSR Pendidikan, saat ini kami sudah memiliki program kerjasama dengan Universitas Musamus, di mana kami ada program Merdeka Pelajar. Memang ini baru dua kampung yang kami jalankan, yaitu di Kampung Tambat dan Kampung Senayu di mana fokus kegiatan adalah pemberantasan buta huruf hingga baca – tulis dan berhitung,” jelas Dendy.

Selain itu, GPA juga memberikan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dan susu untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak tersebut. Dendy berharap, melalui program ini, anak-anak di kampung-kampung tersebut dapat berkembang dengan baik.

“Ke depan, PT GPA memiliki rencana jangka panjang untuk memperluas dampak positifnya dengan fokus pada pengembangan SDM OAP, khususnya masyarakat adat Malin-Anim di Kabupaten Merauke,” terangnya.

Program-program yang akan dijalankan mencakup pelatihan teknis di bidang perkebunan, pengoperasian alat berat, serta pengelolaan tanaman tebu. GPA juga merencanakan program-program terkait ketenagakerjaan, seperti persiapan tenaga kerja untuk pabrik gula dan bioetanol.

Dengan langkah-langkah strategis ini, PT GPA berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat adat Papua, tutur Dendy.