Kamis, Juni 25, 2026

CENDERAWASIH POST

spot_img
Beranda blog

Warga Minang Kota Jayapura Pererat Silaturahmi Melalui Pengajian Rutin Bulanan

0

Jayapura, 7 Juni 2026 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan pengajian rutin bulanan Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Jayapura yang dilaksanakan pada Minggu (7/6/2026) di Rumah Makan Ratu Minang, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Kegiatan yang dihadiri oleh warga Minang dari berbagai wilayah di Kota Jayapura tersebut diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi yang menambah kekhusyukan suasana. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua IKM Kota Jayapura, Ir. Iman Juniawal, M.MT.

Dalam sambutannya, Iman Juniawal menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh warga Minang yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan rutin tersebut. Menurutnya, pengajian bulanan bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan dan menjaga kekompakan sesama perantau Minang di tanah Papua.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Minang yang hadir pada kesempatan ini. Pertemuan rutin seperti ini sangat penting untuk menjaga silaturahmi kita. Kesempatan berkumpul bersama hanya sekali dalam sebulan, sehingga harus kita manfaatkan untuk saling mengenal, saling mendukung, dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan IKM Kota Jayapura,” ujar Iman Juniawal.

Pada kesempatan tersebut, Iman juga mengingatkan keberhasilan warga IKM Kota Jayapura dalam melaksanakan ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha tahun ini.

“Alhamdulillah, kemarin warga IKM Kota Jayapura telah melaksanakan kurban sebanyak dua ekor sapi. Ini merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial kita. Semoga tahun depan jumlah hewan kurban yang kita laksanakan bisa bertambah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Selain itu, Iman Juniawal mengungkapkan rencana pembentukan koperasi warga Minang sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan anggota IKM di Kota Jayapura.

“Ke depan kita akan mencoba membentuk koperasi. Harapan kami, koperasi ini nantinya dapat menjadi wadah ekonomi yang memberikan manfaat bagi seluruh anggota, memperkuat semangat gotong royong, dan membantu meningkatkan kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Memasuki sesi tausiah, para jamaah mendapatkan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz Ariqul dengan tema “Keteladanan Nabi Ibrahim dalam Berkurban.” Dalam tausiahnya, Ustadz Ariqul mengajak jamaah untuk meneladani keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

“Ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang bagaimana kita belajar ikhlas, berbagi kepada sesama, dan menempatkan kecintaan kepada Allah di atas segala-galanya. Nilai-nilai inilah yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim kepada umat Islam,” tutur Ustadz Ariqul.

Kehangatan acara semakin terasa ketika para peserta menikmati hidangan khas Minangkabau yang disiapkan oleh tuan rumah, Uni Marni. Berbagai menu tradisional seperti ketupat kikil, sambal jengkol, ikan pangek, rendang, hingga sala lauak yang menjadi makanan khas Minang tersaji dan dinikmati bersama dalam suasana penuh keakraban.

Menariknya, pada pengajian kali ini juga diperkenalkan warga Minang yang baru berdomisili di Kota Jayapura. Kehadiran anggota baru tersebut disambut hangat oleh seluruh keluarga besar IKM sebagai bagian dari semangat merangkul sesama perantau.
Salah seorang peserta pengajian, Rio, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan seperti ini membuat kami yang berada jauh dari kampung halaman tetap merasakan suasana kekeluargaan. Kami bisa saling mengenal, berbagi cerita, dan memperkuat hubungan sesama warga Minang di Jayapura,” ujarnya.

Pengajian rutin bulanan tersebut ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga persatuan keluarga besar Minang di Kota Jayapura.
Di tengah kesibukan kehidupan perantauan, pengajian rutin IKM Kota Jayapura menjadi ruang yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjaga tali persaudaraan yang telah terjalin erat di antara warga Minang yang menetap di Bumi Cenderawasih.

IKM Kota Jayapura Serahkan Hewan Kurban dan Berikan Dukungan untuk Pondok Dai Hidayatullah Koya Barat

0

Jayapura — Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Jayapura melaksanakan kunjungan silaturahmi sekaligus penyembelihan hewan kurban di Pondok Dai Hidayatullah, Koya Barat, Kota Jayapura. Dalam kegiatan tersebut, IKM Kota Jayapura menyerahkan dua ekor sapi kurban sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pembinaan generasi muda di pondok pesantren tersebut.

Ketua IKM Kota Jayapura, Iman Juniawal, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak pondok pesantren. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk turut memberikan perhatian dan bantuan kepada Pondok Dai Hidayatullah Koya Koso.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dari keluarga besar Pondok Dai Hidayatullah. Kami berharap masyarakat dan para dermawan dapat memberikan support dan bantuannya untuk membantu pembinaan anak-anak santri di pondok ini,” ujar Iman Juniawal.

Ia menambahkan bahwa kegiatan kurban tersebut tidak hanya menjadi bentuk ibadah, namun juga mempererat hubungan silaturahmi antara masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan di Kota Jayapura.

Sementara itu, Ustadz Wahyu selaku pengurus Pondok Dai Hidayatullah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta bantuan hewan kurban dari IKM Kota Jayapura.

“Alhamdulillah, kita bersyukur atas kunjungan dari IKM Kota Jayapura. Kami mohon doanya agar terus diberikan kekuatan dalam membina anak-anak di Pondok Dai ini,” ungkapnya.
Ia juga berharap para santri yang dibina dapat menjadi generasi penerus dakwah di masa mendatang.

“Semoga Allah SWT memberikan rezeki dan rahmat kepada kita semua, dan semoga anak-anak ini nantinya menjadi para da’i yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Saat ini, Pondok Dai Hidayatullah Koya Koso membina sekitar 15 orang santri. Menariknya, sapi yang disembelih dalam kegiatan kurban tersebut merupakan hasil ternak yang dipelihara langsung oleh para santri di pondok.

“Sapi yang dipotong ini betul-betul diternak oleh anak-anak santri sendiri. Bahkan salah satu santri kami juga sudah dipercaya menjadi imam di beberapa masjid,” jelas Ustadz Wahyu.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan, serta dilanjutkan dengan makan siang bersama antara pengurus IKM Kota Jayapura dan para santri Pondok Dai Hidayatullah. Pertemuan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz setempat.

Ketua Umum Posnu: Mari Kita Rawat Persatuan dan Kedamaian di Tanah Papua

0

Jayapura — Ketua Umum Posnu (Poros Sahabat Nusantara) Papua, Mahfud, mengajak seluruh elemen masyarakat di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

Ajakan tersebut disampaikan Mahfud dalam pernyataannya menyikapi perkembangan situasi kamtibmas di Papua. Ia menekankan pentingnya persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan dalam menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

“Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, seluruh tokoh terlebih khusus di Kota Jayapura, agar bersama-sama bergandengan tangan, merawat persatuan lewat persaudaraan, guna terciptanya perdamaian dan kedamaian di Tanah Papua,” ujar Mahfud.

Mahfud yang juga merupakan mantan Ketua Umum PKC PMI Papua 2025 itu turut mengimbau kepada mahasiswa dan kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi agar dilakukan secara santun serta tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku.

“Saya berharap kepada seluruh mahasiswa yang menyampaikan aspirasi kiranya dapat dilakukan dengan santun dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan,” katanya.

Selain itu, Mahfud mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh pihak-pihak tertentu yang dinilai sengaja memanfaatkan situasi untuk menciptakan ketidakamanan di Papua.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan intelektual di Tanah Papua untuk tidak terpancing dan terprovokasi oleh aktor-aktor yang sengaja bermain untuk membuat situasi dan kondisi di Tanah Papua berjalan tidak aman,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Mahfud kembali menyerukan pentingnya menjaga persaudaraan demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan harmonis.

“Mari bersama-sama merajut persaudaraan guna mewujudkan perdamaian dan kedamaian di Tanah Papua,” tutup Mahfud.

Kajati Papua Tinjau Lahan Pertanian, Soroti Pengendalian Inflasi dari Sektor Pangan

0

Jayapura, 2 Mei 2026 — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, Dr. Jefferdian, SH., MH., meninjau langsung sejumlah lahan pertanian di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, sebagai bagian dari upaya mendukung pengendalian inflasi melalui penguatan sektor pangan.

Dalam kunjungannya, Kajati Papua bersama rombongan melihat kondisi lahan jagung pascapanen serta area pertanian lainnya, termasuk budidaya tanaman hortikultura seperti cabai yang menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga di tingkat lokal.

Dr. Jefferdian menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas bahan pokok yang kerap mengalami fluktuasi harga di pasar. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat petani menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga.

“Ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan harus dijaga. Jika produksi lokal kuat, maka tekanan inflasi dapat ditekan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Selain meninjau lahan jagung, Kajati juga melihat langsung perkembangan tanaman cabai yang tumbuh subur di lokasi tersebut. Komoditas cabai selama ini dikenal sebagai salah satu faktor utama penyumbang inflasi, sehingga peningkatan produksinya diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di pasaran.

Kehadiran Kajati Papua di tengah para petani mendapat respons positif dari masyarakat. Dukungan yang diberikan dinilai mampu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Kejaksaan Tinggi Papua dalam mendukung program pemerintah, tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam pengawasan dan penguatan sektor strategis seperti pertanian guna menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

100 Tahun Injil di Danau Sentani Jadi Sorotan, Ondoafi Orgenes Kaway Ajak Masyarakat Sambut 1 Mei dengan Damai

0

Jayapura – Peringatan 1 Mei tahun ini memiliki makna yang jauh lebih mendalam bagi masyarakat di Tanah Papua, khususnya di wilayah Danau Sentani. Tepat pada momentum tersebut, genap 100 tahun masuknya Injil yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan spiritual dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Ketua Dewan Adat Suku Sentani, Ondoafi Orgenes Kaway, menegaskan bahwa peringatan satu abad Injil bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan refleksi sejarah panjang yang telah membentuk nilai, identitas, dan kehidupan masyarakat di Sentani dan sekitarnya.

“Seratus tahun Injil di Danau Sentani adalah peristiwa besar yang tidak bisa dipandang biasa. Ini adalah fondasi iman, moral, dan peradaban yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Papua,” tegasnya.

Menurut Orgenes, momentum sakral ini harus dijaga dengan penuh penghormatan dan tidak boleh ternodai oleh kepentingan-kepentingan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan persatuan.

Ia mengingatkan bahwa bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, masyarakat diharapkan mampu menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi dua momentum penting tersebut secara bersamaan.

“1 Mei bukan hanya tentang buruh, tetapi tahun ini menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan 100 tahun Injil. Ini harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan kedamaian,” ujarnya.

Orgenes Kaway juga secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah, terutama di tengah momen bersejarah yang sarat nilai spiritual tersebut.

“Jangan sampai momentum sakral ini dirusak oleh provokasi. Kita semua bertanggung jawab menjaga kedamaian dan menghormati nilai-nilai yang telah diwariskan selama satu abad ini,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan generasi muda untuk bersama-sama menyambut peringatan 100 tahun Injil di Danau Sentani dengan penuh sukacita, ketertiban, dan rasa persatuan.

“Mari kita jaga momentum ini sebagai kebanggaan bersama. Sambut 1 Mei dan 100 tahun Injil dengan damai, bermartabat, dan penuh kebersamaan,” pungkasnya.

Kolaborasi Pertanian Jagung di Yapsi Hasilkan Panen Luar Biasa, Tokoh Masyarakat: Bukti Nyata Dukung 100 Hari Kerja Gubernur Papua

0

Jayapura – Kolaborasi pertanian jagung yang dikembangkan di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, mulai menunjukkan hasil menggembirakan.

Hingga saat ini, panen jagung yang dihasilkan para petani telah menjadi bukti nyata keberhasilan kerja sama antara masyarakat dan pihak penyedia modal dalam mendorong sektor pertanian lokal.

Tokoh masyarakat Papua, Emilianus Tikuk, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang dibangun sejak awal antara petani dan pihak pendukung program.
Ia menegaskan bahwa pola kerja sama yang saling menguatkan menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.

“Dari awal kami telah bekerja sama dengan para petani. Kami menyiapkan benih jagung dan pupuk, sementara petani menyiapkan lahannya. Proses yang berjalan selama kurang lebih empat bulan ini akhirnya memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” ujar Emilianus.

Ia menambahkan, panen awal ini merupakan sebagian dari potensi besar yang sedang dikembangkan di atas lahan seluas 374 hektare.
Ke depan, hasil panen dipastikan akan terus meningkat seiring berjalannya masa tanam berikutnya.

“Hari ini masyarakat sudah menerima hasil panennya, dan kami langsung melakukan pembayaran di tempat sesuai dengan harga terkoreksi saat ini. Ini menjadi bentuk komitmen bahwa kerja sama ini benar-benar memberi manfaat langsung bagi petani,” lanjutnya.

Antusiasme masyarakat, khususnya para petani, terlihat jelas dalam program ini. Mereka merasakan langsung dampak positif, baik dari segi penyediaan sarana produksi hingga kepastian pembelian hasil panen.

Salah satu petani, Boinem, mengungkapkan rasa puas dan harapannya agar program ini terus berlanjut. Menurutnya, pola kerja sama seperti ini sangat membantu petani dalam meningkatkan kesejahteraan.

“Kami sangat senang karena hasilnya nyata. Mulai dari benih, pupuk, sampai hasil panen dibayar langsung, semuanya jelas. Harapan kami, ini harus berkelanjutan dan tidak boleh berhenti,” ungkap Boinem.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kepercayaan dan kerja sama yang terjalin dengan baik antar semua pihak yang terlibat.

“Ini berkat kerja sama dan saling percaya di antara kita, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Program pertanian jagung di Yapsi ini dinilai sejalan dengan visi dan misi Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, dalam mewujudkan Papua sebagai lumbung pangan. Upaya ini juga menjadi bagian dari realisasi program 100 hari kerja gubernur yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

Dengan capaian awal yang menjanjikan ini, diharapkan pengembangan pertanian jagung di Papua terus diperluas dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Halal Bihalal di Kota Jayapura, Kajati Papua Ajak Warga Minang Jaga Adat dan Perkuat Kebersamaan

0

JAYAPURA – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal masyarakat Minangkabau di Kota Jayapura. Momentum silaturahmi pasca-Idulfitri ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai kebersamaan bagi para perantau Minang di Tanah Papua.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, Dr. Jefferdian, SH., MH., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga jati diri sebagai orang Minang, tanpa mengabaikan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan setempat.

“Jadilah orang Minang yang selalu menjaga adat istiadat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” ujar Jefferdian dalam sambutannya, Minggu 19/4/2026.

Ia menekankan, falsafah tersebut bukan sekadar warisan budaya, melainkan pedoman hidup yang harus tetap dijaga, termasuk saat berada jauh dari kampung halaman. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kehidupan di tanah rantau menuntut keterbukaan dan kemampuan menyesuaikan diri dengan adat dan norma lokal.

“Orang Minang yang ada di Jayapura harus pandai beradaptasi dengan lingkungan. Ikuti dan sesuaikan dengan aturan serta adat yang berlaku, lalu lakukan yang terbaik. Tapi setelah itu, jangan pernah melupakan kampung halaman,” tuturnya.

Dalam pandangannya, nilai-nilai adat di Papua dan Minangkabau memiliki irisan yang kuat. Ia mencontohkan peran ninik mamak dalam budaya Minang yang sejalan dengan peran ondoafi dalam masyarakat Papua sebagai penjaga tatanan adat dan sosial.

“Kalau di Minang ada ninik mamak, di Papua ada ondoafi. Artinya, kita punya kesamaan dalam menghormati adat dan menjaga keseimbangan kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Jefferdian juga menyampaikan pesan terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sebagai penegak hukum, ia mengingatkan agar masyarakat Minang di Jayapura senantiasa menjunjung tinggi hukum serta menjaga nama baik komunitas.

“Kita harus taat pada hukum dan aturan yang ada. Orang Minang harus saling menjaga, jangan sampai ada yang bermasalah dengan hukum. Jaga nama baik, karena itu adalah cerminan dari diri kita dan komunitas kita,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh warga Minang untuk terus merawat kekompakan dan solidaritas di tengah kehidupan yang majemuk. Menurutnya, kebersamaan dan saling pengertian menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial.

“Perkuat kebersamaan. Saling mengingatkan dan saling memahami satu sama lain, karena di rantau kita adalah keluarga,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Jefferdian menegaskan bahwa kehadiran masyarakat Minang di Papua diharapkan mampu memberi kontribusi positif bagi daerah dan bangsa.

“Keberadaan orang Minang harus memberi manfaat. Orang Minang untuk Papua, dan orang Minang untuk Indonesia,” pungkasnya.

Yanto Eluay Tegas: Jangan Terprovokasi Aksi 7 April, Masyarakat Papua Diminta Jaga Kamtibmas dan Kedamaian

0

SENTANI – Tokoh Adat Sentani Kabupaten Jayapura, Yanto Eluay, menegaskan sikap tegas masyarakat adat untuk terus menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua di tengah berkembangnya berbagai isu, termasuk rencana aksi demonstrasi mahasiswa pada 7 April dan isu aksi di Timika terkait PT Freeport Indonesia.

Dalam pernyataannya, Yanto Eluay mengatakan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

“Kami menegaskan komitmen untuk terus menjaga Tanah Papua agar tetap aman, damai, dan kondusif. Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat harus kita jaga bersama demi kehidupan yang harmonis,” tegas Yanto Eluay.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Papua dan mencermati sejumlah isu yang berkembang di tengah masyarakat, salah satunya rencana aksi demonstrasi mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung pada 7 April.

Menyikapi hal tersebut, Yanto mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda dan mahasiswa, agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu ketegangan maupun aksi anarkis.

“Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi harus dengan cara yang baik, santun, dan sesuai mekanisme yang berlaku. Kedepankan dialog serta komunikasi yang konstruktif agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar luas di media sosial.

“Kita harus bijak menerima informasi. Jangan sampai isu-isu yang belum jelas justru menimbulkan keresahan dan mengganggu persatuan masyarakat Papua,” katanya.

Selain menyoroti rencana aksi mahasiswa, Yanto Eluay turut menanggapi isu demonstrasi di Timika yang berkaitan dengan PT Freeport Indonesia, khususnya soal penolakan pembagian saham dengan pemerintah.

Menurutnya, setiap aspirasi masyarakat harus disampaikan melalui jalur resmi dan dapat difasilitasi oleh pemerintah daerah agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

“Kami menghimbau masyarakat agar menyikapi persoalan ini secara bijak dan tidak terprovokasi. Semua aspirasi sebaiknya ditempuh melalui prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Yanto juga mengajak masyarakat adat di wilayah operasional PT Freeport Indonesia, khususnya tujuh suku pemilik hak ulayat, untuk ikut berperan aktif menjaga stabilitas di wilayah masing-masing.
Ia menilai kehadiran Freeport telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Papua.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif agar aktivitas masyarakat dan operasional perusahaan tetap berjalan baik demi kepentingan bersama,” pungkasnya.

Di akhir pernyataannya, Yanto Eluay mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kedamaian, dan merawat situasi yang aman demi masa depan Papua yang lebih baik.

Tokoh Adat Papua Max Ohee Tegaskan Waena Bukan Wilayah KNPB, Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

0

Jayapura — Tokoh adat Papua, Max Abner Ohee, yang juga merupakan tokoh adat Tabi sekaligus Ondofolo besar Heram Kampung Waena, menyampaikan tanggapan tegas terhadap pernyataan Hosea Yeimo yang mengklaim wilayah Waena, khususnya Perumnas Tiga, sebagai wilayah kekuasaan KNPB.

Dalam pernyataannya, Max Ohee menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar. Ia menilai, sebagai anak adat, Hosea Yeimo seharusnya memahami bahwa wilayah Heram bukanlah tanah kosong, melainkan tanah adat milik masyarakat Waena dan Tabi yang memiliki hak dan aturan adat yang jelas.

“Seluruh wilayah Heram yang saat ini menjadi Distrik Heram dan membawahi tiga kelurahan adalah wilayah sah dalam pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Max Ohee.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang sembarangan mengklaim wilayah adat maupun memprovokasi masyarakat dengan pernyataan yang dapat memicu keresahan. Menurutnya, kawasan Perumnas Tiga selama ini dikenal sebagai kawasan pendidikan yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Papua.

Max Ohee menjelaskan bahwa masyarakat adat Waena, khususnya Keondofolon Waena, telah berkontribusi besar dengan menyerahkan sebagian tanah adat untuk pembangunan Universitas Cenderawasih (Uncen). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mencerdaskan generasi muda Papua agar mampu membangun daerahnya masing-masing.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Papua merupakan bagian sah dari NKRI. Ia merujuk pada sejarah penyerahan Irian Barat dari Belanda kepada Indonesia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1963, serta pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 yang diakui secara internasional.

Menurutnya, isu-isu terkait Papua merdeka berpotensi membingungkan generasi muda dan dapat menghambat mereka dalam menempuh pendidikan karena terpengaruh oleh harapan yang tidak realistis.

“Kesejahteraan harus diperjuangkan melalui kerja keras, bukan sekadar angan-angan,” ujarnya.

Sebagai Ondofolo besar di Heram, Max Ohee menegaskan bahwa dirinya memiliki otoritas adat atas wilayah tersebut. Ia meminta semua pihak untuk saling menghormati wilayah adat masing-masing, sebagaimana masyarakat adat Tabi juga menghormati wilayah adat di daerah lain, termasuk wilayah pegunungan.

Di akhir pernyataannya, Max Ohee meminta Hosea Yeimo untuk tidak asal bicara terkait Perumnas Tiga sebagai wilayah kekuasaan KNPB atau TPN-OPM. Ia menegaskan bahwa wilayah tersebut berada di bawah administrasi Pemerintah Kota Jayapura, tepatnya di Distrik Heram.

Dirinya juga meminta Aparat Keamanan untuk menindak tegas kelompok-kelompok yang masih bertentangan dengan Pemerintah, mereka harus ditindak, dan juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Papua, agar tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban di Papua.

GMPB Tegas Tolak Narasi Darurat Militer, Ajak Masyarakat Papua Jaga Stabilitas dan Persatuan

0

Jayapura – Ketua Gerakan Muda Papua Bersatu (GMPB), Dede Fachrudin, dengan tegas menyatakan penolakan terhadap segala bentuk provokasi dan penyebaran narasi darurat militer yang digulirkan oleh Kelompok Kriminal Politik (KKP). Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 Februari 2026, di Posko GMPB Kota Jayapura.

Dalam keterangannya, Dede Fachrudin menegaskan bahwa narasi darurat militer yang terus didorong oleh kelompok tertentu bukanlah bentuk perjuangan yang membangun, melainkan upaya sistematis untuk menciptakan ketakutan, keresahan, dan instabilitas di tengah masyarakat Papua.

“Kami, Gerakan Muda Papua Bersatu, dengan tegas menolak segala bentuk provokasi dan penyebaran isu darurat militer yang tidak berdasar. Narasi tersebut hanya akan memperkeruh suasana dan merugikan masyarakat luas,” tegas Dede.

Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua harus dijaga bersama dalam semangat damai, persatuan, dan tanggung jawab kolektif. Ia menilai bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama dalam mendorong kemajuan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat Papua.

Lebih lanjut, Dede mengajak seluruh elemen masyarakat — mulai dari tokoh adat, tokoh agama, kalangan intelektual, hingga generasi muda — untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan cenderung menyesatkan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Papua agar bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran isu yang justru merugikan daerah kita sendiri,” ujarnya.

GMPB, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berada di garis depan dalam menjaga situasi Papua tetap aman dan damai. Ia menegaskan bahwa masa depan Papua dibangun melalui persatuan dan kerja nyata, bukan melalui narasi yang memecah belah.

“Papua adalah tanah damai. Jangan biarkan provokasi merusak persaudaraan yang telah kita jaga bersama,” tutup Dede Fachrudin.

Gerakan Muda Papua Bersatu menegaskan komitmennya untuk terus bersatu demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.