Kamis, Juni 25, 2026

CENDERAWASIH POST

spot_img
Beranda blog Halaman 3

Warga Kampung Klofkamp Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Hidayah

Jayapura, Klofkamp — Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, warga Kampung Klofkamp melaksanakan kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat di Masjid Nurul Hidayah. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai kalangan usia.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat Nabi yang diiringi oleh grup hadrah anak-anak muda, yang merupakan santri Masjid Nurul Hidayah. Lantunan sholawat menambah kekhusyukan suasana dan membangkitkan semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Ketua Takmir Masjid Nurul Hidayah, Ahmad Jaenuri, Lc., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum membangun kepedulian sosial dan pembinaan generasi muda.

“Dalam rangka Isra Mi’raj ini, panitia juga memfasilitasi warga yang ingin mendonorkan darahnya. Selain itu, kita harus menyiapkan anak-anak muda yang paham agama, agar kelak menjadi generasi yang beriman dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Puncak acara diisi dengan tausiah oleh Ustadz Dr. Abdul Mukti, S.Ag, yang menekankan makna spiritual Isra Mi’raj sebagai peristiwa luar biasa di luar nalar manusia, namun penuh hikmah bagi umat Islam.

“Kita yang hadir dalam kegiatan ini adalah orang-orang pilihan Allah SWT. Isra Mi’raj merupakan peristiwa yang sangat luar biasa, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan hingga ke langit ketujuh hanya dalam satu malam,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum menghadap Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dibersihkan dan disucikan hatinya oleh para malaikat, sebagai simbol pentingnya kebersihan hati dan kesucian jiwa dalam beribadah.

“Sejak kecil Nabi sudah diberi gelar Al-Amin, yang artinya dapat dipercaya. Hikmah Isra Mi’raj adalah kita harus bersih dan suci sebelum menghadap Allah SWT, terutama dalam menjalankan ibadah sehari-hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Abdul Mukti menegaskan bahwa sholat merupakan inti dari peristiwa Isra Mi’raj dan menjadi solusi utama dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sangat menakjubkan dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Sholat adalah solusi atas permasalahan hidup, selama kita menjalankannya dengan ikhlas dan penuh kesadaran,” pungkasnya.

Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan keimanan dan ketakwaan masyarakat semakin meningkat serta mampu mengamalkan nilai-nilai ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Tingkatkan Silahturahmi, IKM Kota Jayapura Gelar Pengajian Rutin

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga, Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Jayapura kembali menggelar kegiatan pengajian rutin bulanan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergiliran di kediaman warga IKM.

Pada Minggu, 4 Januari 2025, pengajian rutin dilaksanakan di rumah salah satu warga IKM, yakni Bapak H. Alwi. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 50 warga Minang yang berdomisili di Kota Jayapura.

Ketua IKM Kota Jayapura, Iman Juniawal, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pengajian rutin ini merupakan salah satu wadah untuk memperkuat rasa kebersamaan serta mempererat hubungan kekeluargaan antar sesama warga Minang di tanah rantau.

“Pengajian ini merupakan pertemuan rutin bulanan kita yang bertujuan untuk saling mengenal, saling mengetahui keberadaan masing-masing, serta memperkuat rasa persaudaraan di antara kita. Tentunya, kegiatan seperti ini memberikan banyak manfaat bagi seluruh anggota IKM,” ungkap Iman Juniawal dalam sambutannya.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan pengajian juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Mugti. Dalam tausiahnya, Ustadz Mugti menekankan pentingnya menjaga silaturahmi karena memiliki banyak keutamaan dalam ajaran Islam.

“Allah SWT memberikan umur yang panjang dan membukakan pintu-pintu rezeki bagi hamba-Nya yang senantiasa menjaga silaturahmi,” jelasnya.

Kegiatan pengajian rutin IKM Kota Jayapura ini diakhiri dengan tanya jawab, diskusi, ramah tamah antar warga serta sesi foto bersama, sebagai bentuk kebersamaan dan kekompakan keluarga besar Minang di Kota Jayapura.

Ditintelkam Polda Papua Gelar Anjangsana ke Panti Asuhan “Pembawa Terang” di SPN Polda Papua

Jayapura – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Intelkam Polri ke-80, Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Papua melaksanakan kegiatan anjangsana dan pembagian bantuan sosial kepada Panti Asuhan “Pembawa Terang”, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.50 WIT tersebut dilaksanakan di Barak/mess SPN Polda Papua.

Rombongan Ditintelkam Polda Papua dipimpin langsung oleh AKP Chedor L. Ansaka dan disambut oleh pengurus Yayasan Panti Asuhan Pembawa Terang, Hada Savina, bersama 39 anak-anak panti.

AKP Chedor L. Ansaka menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana dan pembagian bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Polri kepada masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan yang sedang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka Hari Jadi Intelkam Polri ke-80. Melalui anjangsana dan bantuan sosial ini, kami ingin berbagi serta hadir langsung di tengah masyarakat, sebagai wujud kepedulian dan pengabdian Polri,” ujar AKP Chedor L. Ansaka.

Dalam kegiatan tersebut, Ditintelkam Polda Papua menyalurkan bantuan sosial berupa 40 kardus sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasir, teh celup, dan telur ayam untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak panti.

Diketahui, anak-anak Panti Asuhan Pembawa Terang saat ini menempati salah satu barak/mess di SPN Polda Papua setelah menjadi korban kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga masyarakat yang tertimpa musibah, Kapolda Papua melalui Kepala SPN memberikan tempat tinggal sementara bagi anak-anak panti asuhan tersebut.

Sementara itu, pengurus Panti Asuhan Pembawa Terang, Hada Savina, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Ditintelkam Polda Papua.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan dan bantuan yang telah diberikan. Semoga Polri, dalam hal ini personel Ditintelkam Polda Papua, selalu berada dalam perlindungan Tuhan dan terus diberi kekuatan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan anjangsana ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta membawa manfaat dan semangat bagi anak-anak panti asuhan, sejalan dengan semangat Hari Jadi Intelkam Polri ke-80.

Menjelang 14 Desember, Pemuda Kota Jayapura Serukan Masyarakat Tetap Jaga Keamanan

0

Jayapura — Kelompok pemuda Kota Jayapura menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas), khususnya menjelang tanggal 14 Desember.

Dalam pernyataannya, para tokoh pemuda menegaskan dukungan penuh terhadap upaya menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua, terutama di wilayah Kota Jayapura yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Kami, pemuda Kota Jayapura, menyatakan dukungan penuh terhadap terciptanya sitkamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh Tanah Papua,” ujar perwakilan pemuda dalam keterangannya.

Menjelang momentum 14 Desember, para pemuda mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan, isu, atau informasi yang tidak jelas kebenarannya dan berpotensi mengganggu keamanan bersama.

Para pemuda juga mengingatkan bahwa saat ini umat Kristiani memasuki masa Adven, yaitu periode penting menjelang perayaan Natal. Bulan Desember disebut sebagai waktu untuk memperkuat iman, membangun kedamaian, dan menumbuhkan rasa saling menghargai.

“Ini adalah masa penantian dan persiapan menyambut kelahiran Yesus Kristus. Karena itu, marilah kita mengisi bulan ini dengan hal-hal yang membawa kedamaian dan kebersamaan,” lanjutnya.

Mereka berharap seluruh warga Kota Jayapura tetap menjaga toleransi antarumat beragama, menghindari provokasi, serta berperan aktif menciptakan suasana aman dan harmonis.

“Selama bulan Desember ini, mari kita fokus pada kegiatan yang mempererat persatuan dan menjaga Jayapura tetap aman, rukun, dan harmonis,” tutup pernyataan tersebut.

Tokoh Adat Yanto Eluay Ajak Masyarakat Papua Jaga Keamanan di Momen Hari HAM Sedunia

0

Jayapura – Menyikapi momentum Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Tokoh Adat Papua Yanto Eluay mengimbau seluruh masyarakat di Tanah Papua untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di lingkungan masing-masing.

“Saya sebagai tokoh adat menghimbau dan menyampaikan kepada masyarakat untuk mari kita bersama-sama menjaga situasi dan keamanan se-Tanah Papua,” ujarnya.

Menurut Yanto, masyarakat Papua diminta untuk tidak terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab yang mencoba memanfaatkan situasi dan memicu aksi-aksi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Sebagai tokoh adat, saya meminta kepada seluruh masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab agar tidak ada aksi yang menimbulkan ketidaknyamanan,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa bulan Desember memiliki makna khusus bagi masyarakat Papua yang mayoritas beragama Kristen. Desember merupakan bulan damai dan penuh sukacita sehingga seluruh pihak perlu menjaga situasi tetap kondusif.

“Bulan Desember ini merupakan bulan damai. Mari kita sama-sama bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang kondusif,” pesan Yanto.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan apresiasi terhadap pembangunan dan perubahan positif yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Papua. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari perkembangan zaman dan harus diterima sebagai peluang kemajuan.

“Kalau ada kelompok atau pihak yang ingin mengadu domba, sebenarnya merekalah yang membodohi masyarakat Papua bahkan merugikan diri sendiri,” tegasnya.

Dengan demikian, ia berharap seluruh komponen masyarakat tetap bersatu, mengutamakan persaudaraan, serta menjaga kedamaian di Tanah Papua.

BEM Nusantara Papua Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Pasca Pelantikan Gubernur

0

Jayapura – Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Wilayah Papua, Azka Hamadi, menghimbau seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua terpilih tahun 2025.

Azka menegaskan bahwa pelantikan gubernur merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati oleh seluruh elemen bangsa. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, untuk menyambut momentum tersebut dengan semangat persatuan dan kedewasaan dalam berdemokrasi.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua, mari kita bersama-sama menjaga ketertiban di masyarakat pasca pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua terpilih tahun 2025. Kita harus menjaga bersama keamanan dan ketertiban di Papua serta mengawal kinerja gubernur terpilih demi membangkitkan sumber daya manusia dan pembangunan di atas Tanah Papua,” ujar Azka Hamadi di Jayapura.

Ia juga menambahkan, dalam dinamika politik pasti ada pihak yang menang dan kalah, namun hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah masyarakat.

“Dalam konteks politik, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Mari kita sama-sama mendukung pemimpin yang sudah terpilih dan ditetapkan secara resmi demi kemajuan Papua,” tegasnya.

Azka berharap seluruh masyarakat dapat menahan diri dari provokasi maupun isu-isu negatif yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Ia mengajak semua pihak untuk tetap fokus pada upaya membangun Papua yang damai, maju, dan sejahtera.

Sekretaris Sinode Kingmi Papua Imbau Jaga Kedamaian, Tolak Provokasi di Tanah Papua

0

Jayapura – Sekretaris Sinode Kingmi Papua, Pendeta Yonas Wenda, mengimbau seluruh masyarakat Papua untuk tetap menjaga kedamaian dan menghindari segala bentuk provokasi yang dapat memicu konflik di Tanah Papua.

“Sebagai orang asli Papua dan pendeta, saya menyampaikan bahwa menghormati setiap manusia adalah kewajiban hati nurani kita. Saya percaya bahwa doa-doa di rumah dan ibadah di gereja jauh lebih aman dan bermakna dibandingkan harus di luar yang bisa memancing konflik,” ujar Pendeta Yonas Wenda dalam pernyataannya, Kamis (19/9).

Ia juga mengingatkan para aktivis HAM serta pihak-pihak yang peduli akan keadilan untuk terus mengedepankan ketenangan dan kedamaian dalam menyuarakan aspirasi. Menurutnya, suara para pendeta sudah banyak menyentuh hati masyarakat, sehingga peran menjaga harmoni menjadi sangat penting.

“Jagalah Papua, supaya tidak terpecah oleh provokasi atau ajakan yang dapat memperburuk situasi kedamaian. Gunakan kata-kata yang menyembuhkan, bukan yang menimbulkan luka baru,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Pendeta Yonas Wenda menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya Papua yang damai. “Tuhan Yesus memberkati,” pungkasnya.

Pelaku Mabuk Rusak Kantor Polisi, Publik: Dimana Peran Pemerintah dan Tokoh

0

Yahukimo – Seorang warga yang diketahui dalam kondisi mabuk dilaporkan merusak aset negara berupa kantor polisi di Yahukimo. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku kerap terlihat mabuk di wilayah tersebut sebelum akhirnya mengamuk dan melakukan perusakan.

“Dia mabuk lalu datang pukul-pukul meja dan akhirnya merusak kantor polisi. Jangan hanya tahu salahkan polisi, mereka itu bertugas untuk mengamankan masyarakat,” ujar warga.

Sejumlah tokoh masyarakat juga mempertanyakan peran para pemimpin adat dan agama yang dinilai kurang tegas dalam mengawasi warganya. “Seharusnya tokoh adat bertanggung jawab. Jangan kalau ada masalah langsung salahkan polisi. Di mana peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam mencegah orang mabuk yang bikin kacau?” tambah warga lainnya.

Menurut warga, kasus serupa bukan baru sekali terjadi. “Di tempat saya, orang mabuk suka bikin ribut, polisi yang selalu turun amankan. Tapi kalau ada kejadian, selalu polisi yang jadi kambing hitam. Padahal polisi hanya bertugas menciptakan ketertiban masyarakat, jangan setiap saat Polisi disalahkan,” tegasnya.

Mereka juga menyinggung soal lemahnya pengawasan pemerintah daerah. “Mana pemerintah? Tegakkan peraturan daerah tentang miras dan mabuk. Satpol PP tidak bisa kerja tanpa polisi. Lalu, mana Pol PP? Tugasmu apa?” kritik warga dengan nada kesal.

Masyarakat berharap insiden ini menjadi pelajaran bersama. Selain penegakan hukum terhadap pelaku, perlu ada sinergi semua pihak — pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, hingga aparat penegak hukum — agar masalah mabuk dan keributan yang meresahkan warga tidak terus terulang. Polisi trus yang disalahkan.

Tokoh Sejarah Papua Herman Yoku: Hentikan Provokasi dan Penipuan Soal New York Agreement

Jayapura – Tokoh sejarah Papua yang juga anak dari seorang pejuang kemerdekaan, Herman Yoku, menegaskan agar kelompok-kelompok yang menolak New York Agreement segera menghentikan provokasi dan penyebaran informasi menyesatkan.

“Hentikan provokasi dan penipuan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menolak New York Agreement. Stop Papua tipu Papua. Kalian lahir tahun berapa, dan tahu apa tentang sejarah New York Agreement? Jangan menjual diri, selama ini kita sudah ditipu Belanda,” ujar Yoku, kamis (14/8).

Herman Yoku menyebut, dirinya lahir pada masa pemerintahan Belanda dan menyaksikan langsung puncak ketegangan tahun 1963, saat Belanda gencar melakukan serangan hingga lahirnya Perjanjian New York Agreement. “Ini jangan diputar balik. Saya tahu persis sejarahnya,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan pihak yang berencana menggelar aksi penolakan New York Agreement pada 15 Agustus mendatang untuk membatalkan niat tersebut. Menurutnya, aksi itu berpotensi mengganggu ketertiban umum dan dapat berujung pada proses hukum. “Dalam undang-undang jelas disebutkan, siapa saja yang mencoba mengganggu ketertiban umum dan melawan negara bisa dipidanakan,” jelas Yoku.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tanggal 15 Agustus merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. “Kalau kalian tetap memaksakan diri, maka akan berhadapan dengan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Herman Yoku menegaskan, persoalan New York Agreement sudah memiliki solusi sejak lama, yakni melalui Otonomi Irian Barat sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969. “Itu adalah otonomi pertama yang diberikan kepada rakyat Papua, dan solusi tersebut final serta sah,” katanya.

Kepada generasi muda Papua, Yoku berpesan agar fokus pada pendidikan dan membangun daerah asal. “Masa depanmu masih panjang. Sekolah yang baik, pulang dan bangun kampungmu, jadilah pemimpin di daerahmu. Tidak perlu ribut di daerah orang lain atau di tanah adat orang lain. Daripada menghadapi risiko fatal dan merugikan diri sendiri, lebih baik di rumah mempersiapkan diri mengikuti upacara HUT RI ke-78 pada 17 Agustus nanti,” tutupnya.

Dr. H. Toni Wangai: Kita Harus Jaga Ketenangan Jelang Keputusan Suara Cagub di KPU

Jayapura – Papua, Tokoh Muslim Papua  Dr. H. Toni Wanggai, menghimbau kepada seluruh eleman masyarakat untuk lebih menjaga ketenangan dan kedamaian masyarakat jelang Keputusan Perhitungan Suara Real dari KPU Papua pada 16 Agustus mendatang.

Adanya aksi demo dari beberapa kelompok dari masing-masing pendukung sangat disayangkan, hal ini ditegaskan oleh Toni Wanggai atas beberapa aksi demo sebelum adanya putusan resmi dari KPU provinsi Papua.

“Saya menyayangkan adanya aksi demo yang dilakukan oleh beberapa kelompok dari masing-masing pendukung calon gubernur Papua yang terjadi beberapa hari lalu,” ungkapnya

Lebih lanjut, dirinya berharap tidak ada lagi demo-demo yang dilakukan terkait dengan PSU Pilkada Papua, apalagi demo tersebut sampai berbau rasis, provokator dan mengarah kepada mengadu domba antar kelompok maupun agama.

Kata Toni, sebagai tokoh agama ataupun tokoh masyarakat marilah kita menyampaikan pesan-pesan damai dan sejuk untuk menjaga ketentraman, keamanan dan kertertiban masyarakat yang lebih kondusif jelang keputusan KPU nanti.

“Terkait dengan kekhawatitaran kecurangan suara, sepenuhnya kita serahkan ke penyelengggara baik KPU, Bawaslu, Pihak Berwajib dan masing- masing tim sukses calon Gubernur untuk mengawal suara secara jujur dan adil apalagi di era digital semua mata akan mengawasi,” terangnya.

Toni juga menghimbau, siapapun Gubernur Papua yang terpilih itulah Kehendak Tuhan.

Kita semua masyarakat harus mendukung karena kita semua bersaudara dan kita harus mendoakan agar kepemimpin Gubernur mendatang dapat membawa kedamaian dan kesejaheteraan bagi masyarakat Papua yang lebih baik lagi.