Minggu, September 20, 2026

CENDERAWASIH POST

spot_img

Tokoh Sejarah Papua Herman Yoku: Hentikan Provokasi dan Penipuan Soal New York Agreement

Date:

Share:

Jayapura – Tokoh sejarah Papua yang juga anak dari seorang pejuang kemerdekaan, Herman Yoku, menegaskan agar kelompok-kelompok yang menolak New York Agreement segera menghentikan provokasi dan penyebaran informasi menyesatkan.

“Hentikan provokasi dan penipuan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menolak New York Agreement. Stop Papua tipu Papua. Kalian lahir tahun berapa, dan tahu apa tentang sejarah New York Agreement? Jangan menjual diri, selama ini kita sudah ditipu Belanda,” ujar Yoku, kamis (14/8).

Herman Yoku menyebut, dirinya lahir pada masa pemerintahan Belanda dan menyaksikan langsung puncak ketegangan tahun 1963, saat Belanda gencar melakukan serangan hingga lahirnya Perjanjian New York Agreement. “Ini jangan diputar balik. Saya tahu persis sejarahnya,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan pihak yang berencana menggelar aksi penolakan New York Agreement pada 15 Agustus mendatang untuk membatalkan niat tersebut. Menurutnya, aksi itu berpotensi mengganggu ketertiban umum dan dapat berujung pada proses hukum. “Dalam undang-undang jelas disebutkan, siapa saja yang mencoba mengganggu ketertiban umum dan melawan negara bisa dipidanakan,” jelas Yoku.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tanggal 15 Agustus merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. “Kalau kalian tetap memaksakan diri, maka akan berhadapan dengan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Herman Yoku menegaskan, persoalan New York Agreement sudah memiliki solusi sejak lama, yakni melalui Otonomi Irian Barat sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969. “Itu adalah otonomi pertama yang diberikan kepada rakyat Papua, dan solusi tersebut final serta sah,” katanya.

Kepada generasi muda Papua, Yoku berpesan agar fokus pada pendidikan dan membangun daerah asal. “Masa depanmu masih panjang. Sekolah yang baik, pulang dan bangun kampungmu, jadilah pemimpin di daerahmu. Tidak perlu ribut di daerah orang lain atau di tanah adat orang lain. Daripada menghadapi risiko fatal dan merugikan diri sendiri, lebih baik di rumah mempersiapkan diri mengikuti upacara HUT RI ke-78 pada 17 Agustus nanti,” tutupnya.

━ more like this

Rakornas KADIN Dorong Penguatan Ekonomi Daerah, Papua Soroti Rantai Pasok hingga Hilirisasi

JAKARTA, 11 September 2026 — Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gabungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang digelar di Jakarta menjadi momentum penting untuk...

Kamtibmas Dibangun dari Masyarakat yang Berdaya

Jayapura - Pertanian dalam konteks ini tidak hanya berbicara mengenai benih, lahan dan hasil panen, tetapi juga mengenai bagaimana membangun manusia. Ketika seorang petani mulai...

Pertanian Jagung Jadi Jalan Membangun Kesejahteraan dan Kamtibmas di Papua

Jayapura — Upaya membangun kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian terus dikembangkan di Papua. Salah satunya melalui pembinaan para petani jagung yang dilakukan Koperasi Bina...

Kejati Papua dan IAD Wilayah Papua Salurkan Peduli Kasih bagi Korban Kebakaran Dok V Jayapura

JAYAPURA — Kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran kembali ditunjukkan oleh Kejaksaan Tinggi Papua bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Papua. Melalui kegiatan Peduli...

MRP Serukan Ketegasan Bersama: Jangan Biarkan Provokasi Merusak Kedamaian Papua

JAYAPURA — Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Isak Randy Hikoyabi menyerukan sikap tegas seluruh masyarakat di Tanah Papua untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian....

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini