Selasa, Juli 28, 2026

CENDERAWASIH POST

spot_img

Tokoh Sejarah Papua Herman Yoku: Hentikan Provokasi dan Penipuan Soal New York Agreement

Date:

Share:

Jayapura – Tokoh sejarah Papua yang juga anak dari seorang pejuang kemerdekaan, Herman Yoku, menegaskan agar kelompok-kelompok yang menolak New York Agreement segera menghentikan provokasi dan penyebaran informasi menyesatkan.

“Hentikan provokasi dan penipuan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menolak New York Agreement. Stop Papua tipu Papua. Kalian lahir tahun berapa, dan tahu apa tentang sejarah New York Agreement? Jangan menjual diri, selama ini kita sudah ditipu Belanda,” ujar Yoku, kamis (14/8).

Herman Yoku menyebut, dirinya lahir pada masa pemerintahan Belanda dan menyaksikan langsung puncak ketegangan tahun 1963, saat Belanda gencar melakukan serangan hingga lahirnya Perjanjian New York Agreement. “Ini jangan diputar balik. Saya tahu persis sejarahnya,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan pihak yang berencana menggelar aksi penolakan New York Agreement pada 15 Agustus mendatang untuk membatalkan niat tersebut. Menurutnya, aksi itu berpotensi mengganggu ketertiban umum dan dapat berujung pada proses hukum. “Dalam undang-undang jelas disebutkan, siapa saja yang mencoba mengganggu ketertiban umum dan melawan negara bisa dipidanakan,” jelas Yoku.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tanggal 15 Agustus merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. “Kalau kalian tetap memaksakan diri, maka akan berhadapan dengan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Herman Yoku menegaskan, persoalan New York Agreement sudah memiliki solusi sejak lama, yakni melalui Otonomi Irian Barat sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969. “Itu adalah otonomi pertama yang diberikan kepada rakyat Papua, dan solusi tersebut final serta sah,” katanya.

Kepada generasi muda Papua, Yoku berpesan agar fokus pada pendidikan dan membangun daerah asal. “Masa depanmu masih panjang. Sekolah yang baik, pulang dan bangun kampungmu, jadilah pemimpin di daerahmu. Tidak perlu ribut di daerah orang lain atau di tanah adat orang lain. Daripada menghadapi risiko fatal dan merugikan diri sendiri, lebih baik di rumah mempersiapkan diri mengikuti upacara HUT RI ke-78 pada 17 Agustus nanti,” tutupnya.

━ more like this

Kejati Papua Perkuat Pembinaan Masyarakat Adat Melalui Program Pertanian di Kabupaten Keerom

Keerom, Papua – Selasa, 21 Juli 2026 – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua terus memperkuat perannya dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui pendekatan yang produktif...

BMP RI: Nyawa Manusia Tidak Ternilai, Pelaku Kekerasan Harus Diproses Tegas Sesuai Hukum

Jayapura – Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pilot warga negara asing (WNA), Nicholas F. Goselin,...

Ketua Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayapura Serukan Masyarakat Jaga Ketertiban dan Perdamaian Jelang 1 Juli 2026

JAYAPURA – Menjelang 1 Juli 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Ketua Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayapura, Nius Jigwa, mengajak seluruh masyarakat...

Warga Minang Kota Jayapura Pererat Silaturahmi Melalui Pengajian Rutin Bulanan

Jayapura, 7 Juni 2026 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan pengajian rutin bulanan Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Jayapura yang dilaksanakan pada...

IKM Kota Jayapura Serahkan Hewan Kurban dan Berikan Dukungan untuk Pondok Dai Hidayatullah Koya Barat

Jayapura — Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Jayapura melaksanakan kunjungan silaturahmi sekaligus penyembelihan hewan kurban di Pondok Dai Hidayatullah, Koya Barat, Kota Jayapura. Dalam...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini