Yahukimo – Seorang warga yang diketahui dalam kondisi mabuk dilaporkan merusak aset negara berupa kantor polisi di Yahukimo. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku kerap terlihat mabuk di wilayah tersebut sebelum akhirnya mengamuk dan melakukan perusakan.
“Dia mabuk lalu datang pukul-pukul meja dan akhirnya merusak kantor polisi. Jangan hanya tahu salahkan polisi, mereka itu bertugas untuk mengamankan masyarakat,” ujar warga.
Sejumlah tokoh masyarakat juga mempertanyakan peran para pemimpin adat dan agama yang dinilai kurang tegas dalam mengawasi warganya. “Seharusnya tokoh adat bertanggung jawab. Jangan kalau ada masalah langsung salahkan polisi. Di mana peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam mencegah orang mabuk yang bikin kacau?” tambah warga lainnya.
Menurut warga, kasus serupa bukan baru sekali terjadi. “Di tempat saya, orang mabuk suka bikin ribut, polisi yang selalu turun amankan. Tapi kalau ada kejadian, selalu polisi yang jadi kambing hitam. Padahal polisi hanya bertugas menciptakan ketertiban masyarakat, jangan setiap saat Polisi disalahkan,” tegasnya.
Mereka juga menyinggung soal lemahnya pengawasan pemerintah daerah. “Mana pemerintah? Tegakkan peraturan daerah tentang miras dan mabuk. Satpol PP tidak bisa kerja tanpa polisi. Lalu, mana Pol PP? Tugasmu apa?” kritik warga dengan nada kesal.
Masyarakat berharap insiden ini menjadi pelajaran bersama. Selain penegakan hukum terhadap pelaku, perlu ada sinergi semua pihak — pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, hingga aparat penegak hukum — agar masalah mabuk dan keributan yang meresahkan warga tidak terus terulang. Polisi trus yang disalahkan.
