Jumat, April 24, 2026

CENDERAWASIH POST

spot_img

Emilianus Tikuk: Kesadaran Warga Papua Bangkit, Lahan Tidur Mulai Dikelola untuk Pertanian Jagung

Date:

Share:

Papua — Kesadaran masyarakat Papua untuk kembali memanfaatkan lahan-lahan tidur mulai menunjukkan perkembangan positif. Hal ini disampaikan oleh tokoh masyarakat, Emilianus Tikuk, yang selama ini aktif melakukan pendekatan langsung kepada warga terkait pentingnya pengelolaan lahan pertanian, khususnya untuk komoditas jagung.

Menurut Emilianus Tikuk, perubahan pola pikir masyarakat tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pendekatan, dialog, dan pemahaman yang terus dibangun. Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak lahan luas milik masyarakat yang dibiarkan tidak terkelola, padahal memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan kesejahteraan bersama.

“Sekarang masyarakat mulai sadar bahwa lahan tidur itu bukan untuk dibiarkan, tapi harus diolah. Kesadaran ini muncul karena kita terus memberikan pemahaman bahwa bertani adalah jalan yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Emilianus Tikuk.

Dalam setiap kesempatan, Emilianus Tikuk tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga pendampingan teknis. Ia menjelaskan secara langsung kepada masyarakat mulai dari cara membuka dan mengelola lahan, teknik penanaman benih jagung yang baik, hingga tata cara pemberian pupuk agar hasil panen maksimal.

“Bertani itu ada ilmunya. Kita ajarkan dari awal, dari menanam benih, merawat tanaman, sampai panen. Kalau dikerjakan dengan benar, hasilnya bisa menghasilkan uang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pertanian jagung merupakan salah satu solusi konkret bagi masyarakat Papua untuk membangun kemandirian ekonomi. Selain mudah dibudidayakan, jagung juga memiliki nilai jual yang jelas dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Emilianus Tikuk mengajak masyarakat Papua untuk meninggalkan aktivitas-aktivitas yang tidak memberikan manfaat jangka panjang, seperti pemalangan jalan maupun lahan. Menurutnya, kegiatan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan ekonomi masyarakat.

“Hentikan kegiatan yang tidak bermanfaat. Pemalangan itu hasilnya hanya sesaat. Berbeda dengan bertani, hasil panen bisa kita nikmati terus-menerus dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia berharap, dengan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk kembali bertani, Papua ke depan dapat berdiri lebih mandiri secara ekonomi, sekaligus menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat bagi orang asli Papua.

“Orang Papua harus kembali ke tanahnya, kembali bertani. Dari situ kita bisa hidup, membiayai keluarga, dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkas Emilianus Tikuk.

━ more like this

Kolaborasi Pertanian Jagung di Yapsi Hasilkan Panen Luar Biasa, Tokoh Masyarakat: Bukti Nyata Dukung 100 Hari Kerja Gubernur Papua

Jayapura – Kolaborasi pertanian jagung yang dikembangkan di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga saat ini, panen jagung yang dihasilkan para petani...

Halal Bihalal di Kota Jayapura, Kajati Papua Ajak Warga Minang Jaga Adat dan Perkuat Kebersamaan

JAYAPURA – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal masyarakat Minangkabau di Kota Jayapura. Momentum silaturahmi pasca-Idulfitri ini menjadi ruang refleksi sekaligus...

Yanto Eluay Tegas: Jangan Terprovokasi Aksi 7 April, Masyarakat Papua Diminta Jaga Kamtibmas dan Kedamaian

SENTANI – Tokoh Adat Sentani Kabupaten Jayapura, Yanto Eluay, menegaskan sikap tegas masyarakat adat untuk terus menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua di...

Tokoh Adat Papua Max Ohee Tegaskan Waena Bukan Wilayah KNPB, Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

Jayapura — Tokoh adat Papua, Max Abner Ohee, yang juga merupakan tokoh adat Tabi sekaligus Ondofolo besar Heram Kampung Waena, menyampaikan tanggapan tegas terhadap...

GMPB Tegas Tolak Narasi Darurat Militer, Ajak Masyarakat Papua Jaga Stabilitas dan Persatuan

Jayapura – Ketua Gerakan Muda Papua Bersatu (GMPB), Dede Fachrudin, dengan tegas menyatakan penolakan terhadap segala bentuk provokasi dan penyebaran narasi darurat militer yang...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini