Minggu, Maret 8, 2026

CENDERAWASIH POST

spot_img

Emilianus Tikuk: Kesadaran Warga Papua Bangkit, Lahan Tidur Mulai Dikelola untuk Pertanian Jagung

Date:

Share:

Papua — Kesadaran masyarakat Papua untuk kembali memanfaatkan lahan-lahan tidur mulai menunjukkan perkembangan positif. Hal ini disampaikan oleh tokoh masyarakat, Emilianus Tikuk, yang selama ini aktif melakukan pendekatan langsung kepada warga terkait pentingnya pengelolaan lahan pertanian, khususnya untuk komoditas jagung.

Menurut Emilianus Tikuk, perubahan pola pikir masyarakat tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pendekatan, dialog, dan pemahaman yang terus dibangun. Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak lahan luas milik masyarakat yang dibiarkan tidak terkelola, padahal memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan kesejahteraan bersama.

“Sekarang masyarakat mulai sadar bahwa lahan tidur itu bukan untuk dibiarkan, tapi harus diolah. Kesadaran ini muncul karena kita terus memberikan pemahaman bahwa bertani adalah jalan yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Emilianus Tikuk.

Dalam setiap kesempatan, Emilianus Tikuk tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga pendampingan teknis. Ia menjelaskan secara langsung kepada masyarakat mulai dari cara membuka dan mengelola lahan, teknik penanaman benih jagung yang baik, hingga tata cara pemberian pupuk agar hasil panen maksimal.

“Bertani itu ada ilmunya. Kita ajarkan dari awal, dari menanam benih, merawat tanaman, sampai panen. Kalau dikerjakan dengan benar, hasilnya bisa menghasilkan uang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pertanian jagung merupakan salah satu solusi konkret bagi masyarakat Papua untuk membangun kemandirian ekonomi. Selain mudah dibudidayakan, jagung juga memiliki nilai jual yang jelas dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Emilianus Tikuk mengajak masyarakat Papua untuk meninggalkan aktivitas-aktivitas yang tidak memberikan manfaat jangka panjang, seperti pemalangan jalan maupun lahan. Menurutnya, kegiatan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan ekonomi masyarakat.

“Hentikan kegiatan yang tidak bermanfaat. Pemalangan itu hasilnya hanya sesaat. Berbeda dengan bertani, hasil panen bisa kita nikmati terus-menerus dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia berharap, dengan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk kembali bertani, Papua ke depan dapat berdiri lebih mandiri secara ekonomi, sekaligus menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat bagi orang asli Papua.

“Orang Papua harus kembali ke tanahnya, kembali bertani. Dari situ kita bisa hidup, membiayai keluarga, dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkas Emilianus Tikuk.

━ more like this

GMPB Tegas Tolak Narasi Darurat Militer, Ajak Masyarakat Papua Jaga Stabilitas dan Persatuan

Jayapura – Ketua Gerakan Muda Papua Bersatu (GMPB), Dede Fachrudin, dengan tegas menyatakan penolakan terhadap segala bentuk provokasi dan penyebaran narasi darurat militer yang...

Influencer Papua: Dengan Semangat Kolaborasi Sitkamtibmas Dapat Diwujudkan

Jayapura, Papua – Para influencer dan pegiat media sosial di Papua secara tegas menyatakan dukungan penuh kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga...

Ketua Dewan Pengurus Paroki Hati Kudus Yesus Koya: Tajuk SOSRA Simbol Gerakan Moral, Sosial dan Penguat Stabilitas Ekonomi Papua

Jayapura – Ketua Dewan Pengurus Paroki Hati Kudus Yesus Koya, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, sekaligus Koordinator Gerakan SOSRA, Bapak Laurensius Tukan, menegaskan bahwa...

Purnawirawan Polri Apresiasi Gerakan Pertanian Skouw: “Ini Gerakan Rakyat untuk Rakyat”

Jayapura Papua – Semangat yang tumbuh dari lahan-lahan pertanian di Skouw tak hanya menggerakkan masyarakat setempat, tetapi juga menyentuh hati para purnawirawan Polri. Bagi...

Warga Minang Papua Gelar Makan Basamo, Perkuat Silaturahmi Sambut Ramadan

Jayapura – Ratusan warga Minangkabau yang bermukim di Kota dan Kabupaten Jayapura menggelar makan basamo (makan bersama) dalam rangka tradisi balimau menyambut datangnya bulan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini