SENTANI – Tokoh Adat Sentani Kabupaten Jayapura, Yanto Eluay, menegaskan sikap tegas masyarakat adat untuk terus menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua di tengah berkembangnya berbagai isu, termasuk rencana aksi demonstrasi mahasiswa pada 7 April dan isu aksi di Timika terkait PT Freeport Indonesia.
Dalam pernyataannya, Yanto Eluay mengatakan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.
“Kami menegaskan komitmen untuk terus menjaga Tanah Papua agar tetap aman, damai, dan kondusif. Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat harus kita jaga bersama demi kehidupan yang harmonis,” tegas Yanto Eluay.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Papua dan mencermati sejumlah isu yang berkembang di tengah masyarakat, salah satunya rencana aksi demonstrasi mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung pada 7 April.
Menyikapi hal tersebut, Yanto mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda dan mahasiswa, agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu ketegangan maupun aksi anarkis.
“Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi harus dengan cara yang baik, santun, dan sesuai mekanisme yang berlaku. Kedepankan dialog serta komunikasi yang konstruktif agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar luas di media sosial.
“Kita harus bijak menerima informasi. Jangan sampai isu-isu yang belum jelas justru menimbulkan keresahan dan mengganggu persatuan masyarakat Papua,” katanya.
Selain menyoroti rencana aksi mahasiswa, Yanto Eluay turut menanggapi isu demonstrasi di Timika yang berkaitan dengan PT Freeport Indonesia, khususnya soal penolakan pembagian saham dengan pemerintah.
Menurutnya, setiap aspirasi masyarakat harus disampaikan melalui jalur resmi dan dapat difasilitasi oleh pemerintah daerah agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
“Kami menghimbau masyarakat agar menyikapi persoalan ini secara bijak dan tidak terprovokasi. Semua aspirasi sebaiknya ditempuh melalui prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Yanto juga mengajak masyarakat adat di wilayah operasional PT Freeport Indonesia, khususnya tujuh suku pemilik hak ulayat, untuk ikut berperan aktif menjaga stabilitas di wilayah masing-masing.
Ia menilai kehadiran Freeport telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Papua.
“Mari kita bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif agar aktivitas masyarakat dan operasional perusahaan tetap berjalan baik demi kepentingan bersama,” pungkasnya.
Di akhir pernyataannya, Yanto Eluay mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kedamaian, dan merawat situasi yang aman demi masa depan Papua yang lebih baik.
