JAKARTA, 11 September 2026 — Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gabungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang digelar di Jakarta menjadi momentum penting untuk menyelaraskan agenda dunia usaha nasional dengan kebutuhan ekonomi di daerah, termasuk Papua.
Rakornas yang melibatkan bidang organisasi serta hukum dan HAM KADIN Indonesia tersebut turut dihadiri Ketua KADIN Papua Jacleana Joku bersama Wakil Ketua Umum KADIN Papua, Khoirul Baqi, S.E., M.M. Kehadiran jajaran KADIN Papua menjadi bagian dari upaya membawa berbagai kepentingan dan tantangan dunia usaha di Papua ke dalam pembahasan ekonomi nasional.
Sejumlah isu strategis menjadi perhatian dalam forum tersebut, di antaranya penguatan rantai pasok, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah, hingga percepatan ekspor dan hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Dalam konteks Papua, penguatan rantai pasok dinilai memiliki arti penting mengingat karakter geografis wilayah dan tingginya biaya distribusi masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan ekonomi daerah.
Konektivitas antara pusat produksi, sentra perdagangan, pelabuhan, bandara, hingga pasar konsumen perlu terus diperkuat agar pergerakan barang dan komoditas dapat berlangsung lebih efisien.
KADIN Papua, menilai kebijakan ekonomi nasional perlu memberikan ruang yang semakin besar bagi potensi daerah untuk berkembang, termasuk Papua yang memiliki sumber daya alam, pertanian, perikanan, perkebunan, serta potensi ekonomi berbasis masyarakat.
«“Papua memiliki potensi ekonomi yang besar, tetapi tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat terhubung dengan rantai pasok nasional. Konektivitas dan efisiensi logistik menjadi sangat penting agar produk dari Papua memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,”.»
Sektor pangan juga menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Papua. Penguatan agribisnis kerakyatan, koperasi dan UMKM dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi produktif.
Komoditas seperti jagung, pangan lokal Papua, hasil perkebunan, perikanan dan berbagai produk pertanian dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas mentah, tetapi juga melalui proses pengolahan yang memberikan nilai tambah.
«“Perlu mendorong ekonomi kerakyatan yang berbasis pada potensi lokal. Petani, nelayan, koperasi dan UMKM harus menjadi bagian dari rantai nilai. Jangan sampai daerah hanya menjadi penghasil bahan mentah, sementara nilai tambah dan pengolahan justru terjadi di luar daerah,”.»
Selain sektor pangan, agenda hilirisasi dan peningkatan ekspor juga menjadi perhatian. Papua memiliki berbagai komoditas unggulan yang dapat dikembangkan melalui peningkatan kapasitas produksi, teknologi pengolahan, standar mutu, serta akses pasar.
KADIN Papua memandang hilirisasi sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperbesar kontribusi dunia usaha daerah terhadap perekonomian nasional.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah tetap menjadi faktor penting. Kondisi geografis Papua yang luas membutuhkan dukungan infrastruktur yang mampu menghubungkan pusat-pusat produksi dengan pasar dan pusat distribusi.
Ketua KADIN Papua bersama jajaran pengurus juga melihat bahwa sinergi antara pemerintah, KADIN, dunia usaha, perbankan, koperasi dan pelaku UMKM menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan ekonomi daerah.
«“Kadin Papua berharap hasil Rakornas ini dapat diterjemahkan sampai ke daerah. Papua membutuhkan kebijakan yang mampu memperkuat pelaku usaha lokal, membuka akses investasi, memperbaiki konektivitas dan mendorong hilirisasi. KADIN Papua siap menjadi bagian dari proses tersebut,”.»
Rakornas juga menjadi ruang untuk menyelaraskan program KADIN pusat dan daerah dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan penguatan rantai pasok, ketahanan pangan, konektivitas, investasi dan hilirisasi, dunia usaha diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Bagi Papua, agenda tersebut menjadi peluang untuk memperkuat posisi daerah dalam peta ekonomi nasional sekaligus memastikan potensi lokal dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Kehadiran Ketua dan Wakil Ketua Umum KADIN Papua dalam Rakornas Gabungan KADIN Indonesia menjadi bagian dari komitmen dunia usaha Papua untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah, sekaligus mendorong agar pembangunan ekonomi di Tanah Papua semakin terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
