Jayapura — Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua, tokoh agama Papua, Pendeta Yones Wenda, menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi dengan aman, damai, dan penuh tanggung jawab.
Beliau menegaskan bahwa PSU merupakan kesempatan bagi rakyat Papua untuk menyalurkan aspirasi politiknya secara sah dan bermartabat, sehingga tidak boleh disia-siakan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua agar tidak terpengaruh ajakan golput atau penolakan memilih dari kelompok tertentu. Suara kita menentukan masa depan Papua, dan itu adalah hak serta kewajiban kita sebagai warga negara,” tegas Pendeta Yones Wenda.
Tokoh gereja yang dikenal vokal ini juga menyoroti adanya ajakan dari kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menolak untuk ikut serta dalam PSU. Menurutnya, langkah tersebut dapat merugikan masyarakat Papua sendiri.
“Jangan biarkan ajakan golput memecah belah kita. PSU harus kita sambut dengan damai, tanpa kekerasan dan tanpa provokasi. Mari gunakan hak pilih kita demi Papua yang lebih baik,” tambahnya.
Selain itu, Pendeta Yones juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam penyebaran berita hoaks dan isu provokatif yang dapat memperkeruh suasana. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan rasa saling menghargai meskipun berbeda pilihan politik.
Dengan penuh harapan, Pendeta Yones mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memastikan PSU Pilkada Papua berjalan aman, jujur, dan demokratis, sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar didukung rakyat.
