Senin, Agustus 31, 2026

CENDERAWASIH POST

spot_img

Tokoh Adat Papua Max Ohee Tegaskan Waena Bukan Wilayah KNPB, Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

Date:

Share:

Jayapura — Tokoh adat Papua, Max Abner Ohee, yang juga merupakan tokoh adat Tabi sekaligus Ondofolo besar Heram Kampung Waena, menyampaikan tanggapan tegas terhadap pernyataan Hosea Yeimo yang mengklaim wilayah Waena, khususnya Perumnas Tiga, sebagai wilayah kekuasaan KNPB.

Dalam pernyataannya, Max Ohee menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar. Ia menilai, sebagai anak adat, Hosea Yeimo seharusnya memahami bahwa wilayah Heram bukanlah tanah kosong, melainkan tanah adat milik masyarakat Waena dan Tabi yang memiliki hak dan aturan adat yang jelas.

“Seluruh wilayah Heram yang saat ini menjadi Distrik Heram dan membawahi tiga kelurahan adalah wilayah sah dalam pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Max Ohee.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang sembarangan mengklaim wilayah adat maupun memprovokasi masyarakat dengan pernyataan yang dapat memicu keresahan. Menurutnya, kawasan Perumnas Tiga selama ini dikenal sebagai kawasan pendidikan yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Papua.

Max Ohee menjelaskan bahwa masyarakat adat Waena, khususnya Keondofolon Waena, telah berkontribusi besar dengan menyerahkan sebagian tanah adat untuk pembangunan Universitas Cenderawasih (Uncen). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mencerdaskan generasi muda Papua agar mampu membangun daerahnya masing-masing.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Papua merupakan bagian sah dari NKRI. Ia merujuk pada sejarah penyerahan Irian Barat dari Belanda kepada Indonesia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1963, serta pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 yang diakui secara internasional.

Menurutnya, isu-isu terkait Papua merdeka berpotensi membingungkan generasi muda dan dapat menghambat mereka dalam menempuh pendidikan karena terpengaruh oleh harapan yang tidak realistis.

“Kesejahteraan harus diperjuangkan melalui kerja keras, bukan sekadar angan-angan,” ujarnya.

Sebagai Ondofolo besar di Heram, Max Ohee menegaskan bahwa dirinya memiliki otoritas adat atas wilayah tersebut. Ia meminta semua pihak untuk saling menghormati wilayah adat masing-masing, sebagaimana masyarakat adat Tabi juga menghormati wilayah adat di daerah lain, termasuk wilayah pegunungan.

Di akhir pernyataannya, Max Ohee meminta Hosea Yeimo untuk tidak asal bicara terkait Perumnas Tiga sebagai wilayah kekuasaan KNPB atau TPN-OPM. Ia menegaskan bahwa wilayah tersebut berada di bawah administrasi Pemerintah Kota Jayapura, tepatnya di Distrik Heram.

Dirinya juga meminta Aparat Keamanan untuk menindak tegas kelompok-kelompok yang masih bertentangan dengan Pemerintah, mereka harus ditindak, dan juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Papua, agar tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban di Papua.

━ more like this

MRP Serukan Ketegasan Bersama: Jangan Biarkan Provokasi Merusak Kedamaian Papua

JAYAPURA — Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Isak Randy Hikoyabi menyerukan sikap tegas seluruh masyarakat di Tanah Papua untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian....

Max Abner Ohee: Papua Butuh Pembangunan, Bukan Konflik yang Menghambat Kemajuan

Jayapura – Tokoh adat Papua yang juga merupakan unsur Majelis Rakyat Papua (MRP), Max Abner Ohee, mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga stabilitas...

Kejati Papua Perkuat Pembinaan Masyarakat Adat Melalui Program Pertanian di Kabupaten Keerom

Keerom, Papua – Selasa, 21 Juli 2026 – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua terus memperkuat perannya dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui pendekatan yang produktif...

BMP RI: Nyawa Manusia Tidak Ternilai, Pelaku Kekerasan Harus Diproses Tegas Sesuai Hukum

Jayapura – Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pilot warga negara asing (WNA), Nicholas F. Goselin,...

Ketua Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayapura Serukan Masyarakat Jaga Ketertiban dan Perdamaian Jelang 1 Juli 2026

JAYAPURA – Menjelang 1 Juli 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Ketua Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayapura, Nius Jigwa, mengajak seluruh masyarakat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini